Berkebun ala anak kos

 

Assalamualaikum! πŸ™‚

Saya punya cita-cita baru, mungkin saya ingin jadi petani dan tinggal di desa jika saya tua nanti (Insya Allah) -walaupun saya tidak ada background petani karena keluarga saya tidak ada yang menjadi petani. Hobi berkebun ini bermula dari proposal kewirausahaan saya uyang saya ajukan melalui P2BK Unisbank dan kebetulan menang walaupun tidak berlanjut, hehe πŸ˜€

Pada awalnya saya berpikir berkebun adalah sebuah hobi yang jorok, maka saya memulainya dengan membeli 2 set hidroponik kit -dengan sistem wick atau sumbu, kemudian saya membeli hidroponik yang sesungguhnya seharga 1,5 juta beserta tanamannya. Cerita sebenarnya, saya membeli hidroponik tersebut karena waktu itu kepepet untuk keperluan pameran/ekspo kewirausahaan di luar universitas, dan alhamdulillah sukses menarik perhatian walaupun saya masih belum tau apa-apa tentang tanaman. Sewaktu ditanya oleh juri (kebetulan juga dosen pertanian) tentang penyakit tanaman, saya saja tidak bisa menjawab, hehe cetek bangetlah pokoknya. Pssst jangan bilang siapa-siapa lho ya, berhubung 2 tahun sudah berlalu saya baru berani cerita hehehe tapi ini tetap rahasia diantara kita lho yaaa πŸ˜€

Kendala utama di kos saya adalah tikus! karena tikuslah percobaan kebun saya selalu gagal, nah dengan hidroponikpun juga tidak lebih baik karena saya repot membuat dan mengganti nutrisinya secara berkala -karena saya ini pemalas. Jadilah saya kembali bertanam secara konvensional, yaitu dengan tanah dan lebih organik karena tidak menggunakan pupuk atau nutrisi kimia seperti yang saya terapkan pada teknik hidroponik. Ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri setelah berkebuh dengan tanah dibandingkan dengan hidroponik yang lebih bersih.

Pada awal tahun 2015 saya membuat resolusi dengan mengoleksi bunga mawar 5 warna. Setiap sebulan sekali saya pergi ke kawasan toko bunga dan buah di Kalisari, letaknya dekat dengan Katedral Tugu Muda/RS Karyadi untuk membeli bunga mawar sepaket dengan pot. Dari mawar kemudian saya juga mulai menanam sayuran walaupun lagi-lagi diganggu tikus, saya beli pot beserta tanah kemasan kiloan, maklum di kota sudah tidak ada tanah terbuka jadi tanahpun juga harus beli ^^

Dari semua tanaman yang saya tanam dari masih berupa benih satu-satunya yang bertahan adalah cabai, benih tersebut berasal dari sisa cabai yang didapat dari bonus gorengan dan sengaja dibuang kedalam pot. Setelah cabai-cabai itu berbibit -sangat banyak dan tumbuh walaupun agak lama, saya mulai mencoba lagi bertanam bawang merah. Bawang merah inipun adalah sisa bumbu yang hampir busuk jadi saya tanam dan tumbuh daunnya banyak sekali.Karena terlalu senang akhirnya saya potongin daun-daun bawang itu untuk saya masak, hehehe

Saya sama sekali tidak menggunakan pupuk, hanya tanah dan air lho. Oh iya pupuknya adalah sampah sayur yang dipotong kecil-kecil lalu ditaruh begitu saja di pot yang berisi tanaman bunga. Tanah dari bunga pun jadi lumayan subur dan saya gunakan itu untuk pembibitan, setelah berbibit saya akan pindahkan ke pot nya sendiri. Saat ini kami masih menggunakan pot plastik dan daur ulang dari botol air mineral besar yang sudah tidak terpakai, alhamdulillah musim hujan memang berkah πŸ™‚ Tikuspun juga sudah jarang muncul untuk mengganggu tanaman kami. Kami bahkan punya tanaman nanas lho, dan bibit pepaya!

Jika seseorang mau belajar pasti bisa kan? Saya pun jadi suka lihat teknik2 berkebun di tempat minimalis melalui youtube. Saya juga jadi suka main tanah dan air di waktu senggang atau meluangkan waktu ditengah penat dalam mengerjakan skripsi, ternyata kotor itu menyenangkan, melihat cacing tanah dan daun-daun berlubang karena dimakan ulat saja saya sudah senang sekali, apalagi jika berbuah. Doakan ya Β πŸ™‚

Iklan

2 pemikiran pada “Berkebun ala anak kos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s