Hidup Di Semarang (Rantau)

Assalamuallaikum! 🙂

Menurut saya Kota Semarang adalah kota yang relatif tenang, jalanan macet juga tidak, kecuali macet di traffic light yah 😀 Semarang juga bisa jadi tujuan yang tepat buat kamu yang mau kabur eeeehhh? atau merantau untuk melanjutkan pendidikan kuliah. Intinya Semarang adalah kota ramah (asal kamu sopan kami segan) ^_^

  1. Tempat Tinggal

Ada beberapa opsi yaitu Appartemen/Condotel, Kontrakan, Kos, atau sewa Rusun. Jika kamu punya budget yang berlebih-lebih kamu bisa kontrak Appartemen dengan budget mulai Rp 5jutan (info harga/sewa bisa cek rumahtrovit.co.id atau rumah123.com ), namun bisa juga kontrak rumah dengan budget mulai Rp 4.000.000/tahun kalau kamu ingin dapat rumah kontrakan dengan harga murah kamu bisa cari di pinggiran kota. Sewa kamar kos juga masih ada yang menawarkan harga murah yaitu mulai Rp 175.000/bulan (sharing kamar) dengan kama kuran 3×4, mahal atau murahnya harga sewa ditengah kota tergantung jarak dari lokasi keramaian, misal Mall, pusat perkantoran atau kampus. Untuk harga sewa Rusun sendiri saya kurang tau sih yaa 😀

2. Transportasi

Jika kamu tidak punya kendaraan pribadi, tenang saja banyak pilihan kok! Selain Bus Rapid Transit (BRT) a.k.a Trans Semarang dengan tarif flat Rp 3.500 ke segala tujuan (termasuk beberapa kali transit), jangan harap ada Bis Damri karena sudah tidak beroperasi.

Kopata, itu lho bis panas 2 pintu tanpa AC, tarifnya minimal Rp 3.000 mahal tidakna tergantung mood sang kondektur. Hampir 2 tahun saya sudah tidak pernah naik bis ini lagi, selain kurang nyaman karena banyak perokok dan penumpang yang suka meludah sembarangan, terkadang saya juga diharuskan bernyali besar ketika turun dari bis. 😥

Ada Angkot Oranye dengan tarif (menurut peraturan PEMKOT Semarang) Rp 3.000 untuk 1Km pertama selanjutnya dikenakan Rp 500-, untuk perkilometer berikutnya, kalau saya sih untuk jarak kurang lebih 100meter saya bayar Rp 2.000, jika lebih dai 100meter saya bayar sesuai tarif. Saya biasanya membagi tarif dengan perkiraan saya sendiri seperti ini : “dekat sekali” tarif Rp 2.000, “dekat” tarif p 3.000, “agak jauh” tarif Rp 3.000 / Rp 3.500 (tergantung jika ada uang koin di dompet), “jauh” tarif Rp 4.000 – Rp 4.500, “jauh sekali” Rp 5.000. Terbukti efektif, namun akan jauh lebih efektif jika kamu menggunakan bahasa jawa yang halus dan keluarkan wajah melasmu agar driver angkotnya tidak meminta tambahan “Kurang seribu”. Yah tips dari saya jika naik angkot jangan sok kaya dan pakai bahasa gaul (bahasa indonesia tanpa logat “medok”), itu jika kamu mau ngirit yaaaa, tapi memang rata-rata tarifnya sesuai perkiraan saya tadi kok 😀 *ketahuanbangetseringnaikangkot*

Taxi, rata-rata tarif taxi start dari Rp 5.000 untuk KM pertama, dan Rp 2.500 – Rp 3.000 untuk perkilometer selanjutnya.

Becak, saya sih hanya 4 kali naik becak selama disini, tarifnya kalau nggak kena Rp 5.000 yaaaa Rp 10.000 sama-sama dekat, tergantung negoisasi dengan tukang becaknya -_-

GOJEK! Buat kamu yang suka diantar jemput, hehehe kata teman saya yang pengguna gojek, tarifnya sih hampir sama dengan taxi jadi saya lebih pilih naik taxi lebih adem dan sama-sama cepat, kan semarang tidak macet seperti DKI Jakarta :p

Pejalan Kaki, disini cukup ramah untuk kaum pejalan kaki karena PEMKOT Semarang sudah merenovasi pedestrian menjadi lebih cantik dan nyaman untuk digunakan termasuk untuk tunanetra. Tapi jangan kaget juga jika nantinya kamu akan melihat tenda atau warung kaki lima yang berjualan dan menghabiskan space pedestrian/trotoar, kamu berhak kok untuk mengadukan hal ini ke kepada gubernur atau walikota semarang melalui akun twitter dengan menunjukan foto tersebut. Saya sih sebenarnya gerah juga dan ingin mengadukan hal tersebut, tapi ujung-ujungnya saya merasa kasihan karena mereka yang berjualan diatas trotoar mempunyai kelkuarga yang harus dinafkahi 😦

3. ATM, Bank, dan Western Union

Setidaknya kamu harus punya satu rekening bank yang merakyat, dengan kata lain bank yang mempunyai banyak kantor cabang dan ATM mudah di temukan. Contohnya adalah, BRI, BNI, BCA, Mandiri, CIMB Niaga, Danamon, dll. Di Indomaret setidaknya sudah ada satu mesin ATM dari salah satu bank tadi. Untuk Western Union juga mudah sekali kamu jumpai di Indomaret maupun di Kantor Pos (bukan agen kantor pos).

4.  Makan

Urusan perut memang tidak bisa disepelekan, dan kamu juga mengatur budget makanan agar tidak bengkak atau malah defisit. Dengan uang Rp 5.000 pun kamu sudah bisa makan kenyang loh, kalau kamu terbiasa masak pasti kamu bisa belanja bahan makanan dengan budget Rp 5.000 sehari. Saya sendiri beras 1KG cukup untuk 2-3 minggu, terkadang saya menggantinya dengan oatmeal. Jangan kuatir disini banyak warung makan dengan masakan ala rumahan yang fresh yang bisa kamu dapatkan dipagi hari dengan harga murah kisaran Rp 5.000 termasuk minum teh manis loh.

5. Belanja dan Groceries

Belanja adalah salah satu terapi anti sress yang efisien. Belanja kecil-kecilan bisa kamu lakukan di warung atau Indomaret terdekat, tapi jika kamu mau belanja  banyak bisa kamu kunjungi Ada, juga ada Carefour, LotteMart, Hyppermart, Gelael, Giant, Superindo dan Aneka Jaya. Kalau saya lebih sering ke Ada, harganya murah terkadang ada promo, potongan harga, dan harga grosir untuk pembelian diatas 3 pcs item yang sama, sama juga dengan LotteMart, Giant, dan Superindo. Tapi jika mau yang lebih murah, kamu bisa belanja di toko grosiran Ibu-Ibu Cina, dijamin murah! hehehe

Belanja sayur dan buah juga bisa kamu lakukan di groceries diatas, tapi tidak ada salahnya jika kamu berbelanja di pasar tradisional. Pasar tradisional yang cukup bersih adalah Pasar Bulu dan Pasar Jrakah, untuk yang ditengah kota bisa ke pasar Bulu. Asal pintar memilih pasti akan dapat buah yang segar dan bagus. Dan…. saya sarankan untuk menggunakan bahasa jawa yang halus, biar nggak dimahalin hehe 😀

6. Refreshing 

Penat bekerja tentunya kita membutuhkan suatu penyegaran. Di Semarang sudah menjamur restoran, kafe-kafe atau tempat nongkrong dengan desain interior yang dapat “mencuci” mata kamu, dan tentunya banyak orang keren-beken-kekinian yang nongkrong disana. Jika ingin ketenangan bisalah tidur di hotel yang nyaman untuk semalam, yang dilengkapi dengan spa mungkin? 🙂 Mau bersenang-senang dan Clubbbing? Ada. Mau nyanyi sampai teriak-teriak nangis di Karaoke? Buanyaaak, karaoke sudah bertebaran dimana-mana.

Kalau saya… lebih suka di mall 😀 hehe selain diskon bertebaran dimana-mana, di mall kita bisa mencium berbagai aroma termasuk aroma ketiak orang. Shocking sale dapat denga mudah kita jumpai departement store seperti Matahari dan Robinson yang seolah perang diskon untuk menarik pembeli. Jika tidak kamu bisa nonton film terbaru di bioskop. Kalau memang bokek, yasudah di kos saja buka laptop buka youtube dan streaming sampai tidur.

7. Asuransi dan Kesehatan

Kota Semarang termasuk dalam 15 besar kota dengan biaya kesehatan paling tinggi. Untuk konsultasi ke klinik praktek dokter umum saja setidaknya kamu harus menyediakan Rp 50.000. Maka dianjurkan kamu mempunyai asuransi kesehatan terutama BPJS. Rumah sakit dengan peralatan mumpuni yang cukup terkini sudah tersedia di rumah sakit besar negeri maupun swasta. Sakit memang tidak bisa direncanakan, tetapi alangkah baiknya jika kita tetap berhati-hati dalam menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur.

Fact, terlalu sering makan junk food terutama bagi perempuan dapat menimbulkan serangan tumor bahkan kanker dalam waktu kurang dari 5 tahun. Dengan mengurangi konsumsi MSG + junk food setidaknya kamu menghemat +Rp 25.000.000 untuk biaya operasi yang tidak akan 100% ditanggung oleh pihak asuransi. Untuk mendapatkan perawatan dan operasi pun kamu juga harus rela mengantri lama, jadi jagalah kesehatan!

Sekian dulu postingan dari saya, oh iya seharusnya ada foto pendukungnya yah, belum sempat cari foto yang pas jadi fotonya menyusul kalau nggak lupa. Pertanyaan dan tambahan bis komentarin postingan ini yah, terimakasiiih 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

uu

Iklan

2 pemikiran pada “Hidup Di Semarang (Rantau)

  1. Waktu tinggal di sana kemarin sempat beberapa kali ke RS Dr Kariyadi, sangat bersahabat lho. Pernah antar pegawai yang ambruk,obatnya dikasih generik, cuma Rp 4 ribu (th 2007). Biaya admin lupa berapa, tapi juga murah sekali 🙂

    1. Saya rasa pelayanan untuk pasien umum/bpjs/atau dengan asuransi manapun akan sama kok. Pengalaman pribadi juga beberapa bulan yang lalu saya periksa di THT rsud hanya bayar biaya obat sebesar 59ribu saja (dan biaya registrasi 5ribu), itupun sudah termasuk tindakan medis. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s