Daftar E-Commerce Prospektif untuk Bisnis Kamu

Hai Peeps! 🙂

Hari gini teknologi udah maju, segala sesuatu bisa dilakukan dengan beberapa sentuhan jempol, cuma dengan satu smartphone (plus jaringan internet tentu aja yah) kamu bisa melakukan banyak hal, termasuk cari uang! Dunia bisnis dan perdagangan tentu aja terbantu banget dan semakin update, bisa dilihat donk dalam kurun waktu satu dasawarsa ini tambah banyak e-commerce atau marketplace bermunculan di Indonesia. Well, karena jualan online itu gratis dan bisa dibilang tanpa modal para entrepreneur-hippiest mostly memulai usaha pertamanya dari membuka toko online yang biasa disebut olshop kecil-kecilan hingga sekarang banyak yang sukses dengan omset fantastis. Tentu aja kalian masih ingat kan dengan sapaan “Sista”, dan “sis” yang lainnya 🙂

Aku sendiri dulu meninggalkan bisnis MLM dan memilih jualan online karena lebih prospektif aja,  surely biar nggak dikejar target sama upline dan kita nggak perlu jadi fake buat rekrut member baru. Memiliki bisnis sendiri dengan produk yang kita tentukan sendiri, menentukan harga dan margin keuntungan, nggak terpaku pada produk-produk di katalog dan diskon yang segitu-segitu aja,  itu lebih menyenangkan nggak sih? Saat ini kita dimudahkan dengan berbagai macam marketplace yang menawarkan rekening bersama, aku sendiri dari dulu lebih suka melakukan transaksi jual-beli menggunakan fasilitas rekening bersama dibanding sosial media which is bayar langsung ke rekening penjual, lebih trusted ke rek-ber aja sih menurut aku. Transaksi melalui marketplace aku rasa lebih aman, jadi nggak ada tuh alasan barang nggak dikirim uang dibawa kabur, amit-amit banget. Aku punya beberapa review dan rekomendasi e-commerce / marketplace, aku harap ini bisa jadi pertimbangan kamu yang akan memulai bisnis atau mengembangkan pemasaran bisnis kamu yah 🙂

1.Tokopedia

Bisa dibilang konsep paling sederhana ya ada di Tokopedia, dari form upload produk cuma satu halaman aja, sayangnya harus upload satu persatu belum bisa upload banyak sekaligus. Fitur pembayaran lengkap, mendukung cicilan kartu kredit 0% ataupun kredivo. Tampilan yang bersih dan tertata rapi jadi enak dilihatnya, dengan warna ijo yang bikin mata segar. Alur transaksi bisa dibilang transparan yah, kamu bisa memonitor orderan kamu baik sebagai buyer atau seller. Dukungan ekspedisi pengiriman nggak cukup banyak sih, tapi mudah ditemukan dan pastinya yang terdekat dengan lokasi seller berada. Saat ini di Tokopedia sudah memberlakukan sistem shopping points, dari shopping point ini kamu bisa tukarkan dengan kupon gratis ongkir atau cashback2 yang lain.

Yang aku nggak suka di Tokopedia, nggak ada fitur Live Chat atau nomor telepon customer servis yang dicantumkan. Jadi kalau kita mempunyai kendala saat transaksi jalan satu-satunya cuma bisa melalui “bantuan” atau mostly menghubungi CS lewat official fanpage Tokopedia di Facebook. Saran aku kamu cukup sampaikan kendala kamu di kolom komentar di postingan terbaru mereka dan customer servis akan membalasnya dalam beberapa menit, pastikan kamu menggunakan bahasa yang sopan dan tidak memprovokasi. Sejauh ini  beberapa kendalam yang aku alami saat transaksi sebagai seller atau buyer di Tokopedia dapat terselesaikan dengan baik.

2. Bukalapak 

Hampir sama kaya si Hijau, si pink Bukalapak ini juga menyenangkan untuk berjualan. Tampilan agak ramai, tapi masih enak dilihat mata, warna pink nya juga bikin mata jadi semangat. Baik aplikasi maupun website sama-sama sederhana, nggak lemot dan user-friendly. Fitur pembayaran lengkap, selebihnya sama seperti Tokopedia. Oh iya, bagusnya di Bukalapak ini kita set harga Diskon, jadi untuk promo bisa menarik.

Minusnya di Bukalapak ini sebagai seller kita nggak dimanjakan dengan push promo  gratis, jadi kalau mau push iklan kita ya harus bayar. Update sistem ordernya menurut aku kadang suka lambat. Untuk kendala yang dihadapi customer lebih efektif via email atau telpon langsung, kalau kamu koment komplain via official account di facebook akan kefilter dan nggak kebaca, customer servis juga terkesan pilih-pilih dalam menjawab keluhan pelanggan.

3. Shopee

Menurut aku, Shopee ini adalah marketplace yang perkembangannya paling cepet banget. Aku acungi jempol buat team marketing Shopee karena berhasil buat program-program belanja yang menarik, dan bikin kita-kita yang shopaholic betah banget mantengin flash sale. Walaupun diskon di flash sale ini nggak seberapa tapi bikin trigered banget buat belanja sampai kalap. Dibeberapa merchant kamu bisa dapetin gratis ongkir dengan minimal pembelanjaan tertentu. Asyiknya lagi di Shopee ini ada Daily Prize gitu, jadi kita tuh bisa ngumpulin shopping pointfor free tanpa harus belanja dulu.

Kalau sebagai seller nih, form uploadnya juga sederhana banget, kita bisa dengan cepat upload barang jualan kita. Ada fitur sundul iklan 4 jam sekali setiap 5 produk.  Fitur-fitur di seller panel juga udah lengkap.

shopeefitur

Untuk problem solving complain saat ini mungkin cuma bisa via email dan mostly via official acount di facebook juga sama kaya Tokopedia. In my opinion loh yaa… CS nya kurang memuaskan saat ada kendala dari customer.

4. Blibli

E-commerce yang lagi naik daun dengan slogan big choices big deal, dan theme color berwarna biru. Blibli juga terhitung rajin mengadakan event flashsale dengn tema yang berbeda setiap bulannya. Cukup menarik konsepnya karena semua merchant yang masuk di blibli bisa dibilang terseleksi dengan baik, sehingga meminimalisir merchant atau seller bodong, tahu kan lapak-lapak yang suka jual barang-barang elektronik seperti handphone, laptop, bahkan kamera dengan harga super murah dan nggak masuk akal yang mengatasnamakan barang dari black-market.  Walaupun begitu tetap aja ada missedselection, mungkin sales merchantnya keburu kejar target hahaha Aku pernah ada pengalaman buruk juga belanja di Blibli ini, customer care nya sih oke menurut aku, tapi terkadang pihak merchantnya yang bikin gregetan.

Iklan

Kids berkalung DSLR

IMG_2643.JPG

Yep, jadi ceritanya aku ini lagi suntuk banget dikerjaan, tepatnya kekurangan asupan vitamin yang bernama piknik. Pas banget mumpung aku bawa kamera, karena siangnya kan aku ada kerjaan motret barang-barang yang mau dimasukin marketplace seperti blibli, ralalali, dan tokopedia. Eits, jangan kira aku ini fotografer profesional.. enggaaa… aku cuma menjalankan perintah aja, masih amatir banget dan asal jepret yang penting gambar jernih wkwkwkwk

IMG_2613 IMG_2615

IMG_2619 IMG_2617

Aku orangnya bisa dikata impulsif, sepulang kerja aku mampir ke taman banjir kanal barat. Ok aku salah waktu karena nanggung banget, harusnya aku kesitu pas malem hari karena bakal banyak lampu warna warni di jembatannya, pokoknya keren deh! Dan lagi disitu dulu aku nongkrong sama cowok sebut saja dia Dilan ditahun 2013, jadi sekalian nostalgia 🙂

Aku disitu sendirian kayak orang gila amatir yang sok-sok an bawa kamera jepret2 dan mati gaya. Daripada aku malu jadi aku wa in si Ipin kembarannya si Upin (itu yg foto bareng aku). Kebetulan dia lagi free jadi Aku jemput dia di kosannya. Pertama-tama kita ke kampung pelangi, kenapa kampung pelangi…. karena kata anak-anak hits jaman now di kampung itu adalah spot bagus buat foto-foto. Ok jadi kita kesitu, nyampe sana kita lihat banyak anak-anak hits jaman now pada kalungan DSLR, aku kalaahh… Salut banget sama Walikota aku, bisa ngerubah kampung yang dulunya biasa aja jadi warna warni, dan sekarang jadi tempat wisata. Dan sentra pasar bunga kalisari sekarang jadi keren nggak kalah sama bandung.

IMG_2620 IMG_2621

IMG_2629 IMG_2633

Keliling kampung pelangi itu ibarat olah raga manjat gunung, bikin engap dan betis gede, karena jalannya nanjaaakkkk gitu deh.. bikin haus juga. Tapi ngga perlu kuatir, disini rumah-rumah penduduk udah banyak yang buka warung dadakan jagain wisatawan kali aja mendadak haus atau tetiba pengen nyemil.

Matahari terbenam.. hari mulai gelap.. terdengar burung hantu.. suaranya merdu..

duh maap aku suka autonyanyi !

Berhubung cahaya makin minim dan penerangan ngga menambah kesan keren buat ambil foto, jadi nya aku sama ipin pindah haluan ke Kota Lama Semarang. Padahal aku sebenernya mau belanja komik aja mumpung ada temennya biar nggak dikata kayak orang hilang, hihihihihihi *ketawalicik* 🙂

IMG_2700

IMG_2638

Tuh kan, kota lama itu nggak ada matinya. Mau siang mau malam tetep keren buat foto-foto. Begitu sampai sana aku sama ipin langsung disambut gerombolan kids hits jaman now yang outfitnya mayoritas swagable gitulah hehehehe ^^ Nggak lupa kalungan DSLR, oke kita bisa sebut mereka dengan Kids berkalung DSLR 😀

IMG_2642

Sebenernya aku lebih concern ke toko barang-barang antik disini, disini banyak banget dijual barang-barang bekas dari jaman baheula, Let’s say lomo camera sayangnya waktu itu aku belum terkena demam kamera film, jadi ngga terlalu ngeh buat hunting kamera film. Dipasar antik ini kamu bakal dimanjain sama suasana vintage, retro-retro gitu deh. Kamu bakal jalan sepelan mungkin kayak pengantin jalan menuju pelaminan, menikmati setiap inchi, daaaannnn pastinya setiap langkah musti dijepret. capedeeehhh..

Di loakan sini ada satu stand yang jual buku-buku lawas, aku lihat koleksinya lumayan lengkap, tapi soal harga *biar aku ambil nafas dulu* yep lumayanlah…. lumayan mahal !

Disitu aku nemu satu set komik Penyinyir Cha Cha dan satu set komik Chobits (CLAMP) yang susahnya minta ampun aku nyari2 di tokopedia, bukalapak, olx, di facebook juga susah. Kalaupun nemu di marketplace, pasti harganya mahal. Rupanya Dewi Fortuna berpihak kepada daku…. Aku dikasih harga murah, Thanks God! – maksudnya harga komiknya yang murah. 2 set buku itu aku tebus cuma Rp 90.000 aja! Saya suka saya suka! Padahal tadinya aku udah sangsi banget soalnya buku-buku yang lain harganya mahal-mahal (buku impor), eh. ini dikasih murah, meriah lagi. Selain buku, di stand khusus buku ini juga ngejual perangko dan uang kuno. Harga bervariasi sih, tapi menurut aku sih harganya worth daripada harga yang dipasang di online.

 

Next Old Town Trip! Foto di depan pintu-pintu vintage dan tentunya…. apalagi kalau bukan Gereja Blenduk yang legendaris itu, dan masih banyak spot-spot lain di kota lama semarang yang musti kamu explore ke-vintage-annya. Aku jamin hasil foto-foto kamu bakal instagramable banget! Tapi sayangnya aku bukan fotografer yang bagus jadi ya begitulah hasilnya 😀

Akhir kata…

Aku ucapkan terimakasih udah mau mampir  😀

Akhir kata lagi..

Aku ucapkan terimakasih udah mau sempetin baca tulisan aku yang ngga penting banget ini

Akhir kata lagi..

suer satu lagi…

beneran..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yuk sempetin waktu main-main ke Semarang 🙂

One Day, Maybe

Kenangan sial.

Ini Kedai Jepang, tapi lagu yang diputar bukanlah lagu berbahasa jepang, melainkan acoustic cover yang ringan seperti Still The One. Ray berdiam di sudut kedai, menatap kosong buku menu yang baru saja diberikan oleh waitress. Pikirannya kosong. Rambutnya kumal dan mengembang, baru saja ia remas dengan gemasnya. Seketika ia menyadari sudah lama rambutnya tidak dipotong. Biasanya ada Dira yang selalu cerewet mengomentari penampilannya, dari mulai kuku, rambut, bau parfum, pilihan baju, pilihan sepatu atau sandal, hingga komedo pun tak luput dari perhatiannya. Selama hampir 6 bulan mengenal gadis itu bisa dipastikan penampilannya mendekati ‘rapi’. Terkadang Ray merasa gerah sendiri diatur sedemikian rupa dan tidak bisa berekspresi semaunya, ‘kamu harus beginilah’, ‘kamu harus begitulah’, dan blah blah blah. Tapi jauh dilubuk hatinya, Ray merasa rindu, hanya sedikit -ia mengoreksi.

Wallhopper Project’s tidak lagi menarik perhatiannya semenjak partnernya yang super cerewet dan moody itu menghilang dari kehidupannya. Ya, Dira.

Ray menatap kunci motor yang tergeletak di sebelah buku menu, kunci motor itu berhias gantungan kunci boneka Brown, gantungan kunci itu adalah pemberian Dira. Cepat-cepat dia melepas gantungan itu dari kunci motornya. Kemudian dia mengedarkan pandangan di sekelilingnya, sialnya kedai ini adalah tempat yang sering ia datangi bersama Dira. Kemarahannya memuncak, kemudian dia putuskan untuk keluar dari kedai itu dan mengendarai motor matic Scoopy nya tanpa tahu arah yang dituju.

Langit senja berubah mendung diiringi beberapa kali geluduk. Gerimispun turun membahasahi jaket denim yang sudah usang itu, sedikit demi sedikit. Ray menepi di sebuah minimarket, menepis-nepis jaket denimnya yang basah. Kesialan itu terulang kembali ketika ia teringat lagi pada Dira yang selalu gemas dengan jaket itu, Dira selalu mengomel karena jaket denim itu terkadang tercium bau apek oleh hidung Dira yang tajam seperti anjing. Tapi jaket denim itu adalah kesayangan, peninggalan mendiang Ayah. Dalam gerimis itu pula ia ada bersama Dira diatas motor Scoopy berwarna hitam itu, tapi Dira masih bisa tertawa padahal Ray setengah mati panik mencari tempat berteduh.

“Kayaknya gue harus jual motor kalo perlu.” sesalnya dalam hati.

Battle Matte Lip Cream under 70k

WhatsApp Image 2017-08-29 at 14.56.16(1)

Assalamualaikum! 🙂

Aku adalah cewek yang suka banget sama yang namanya Lip Stick, baru-baru ini aja jadi suka beli Lip Cream. Saat trend matte Lip Stick/Cream aku juga nggak ketinggalan. Hampir semua shade warna merah dan nude aku punya walaupun nggak semua merk. Kali ini aku bakal compare Lip Cream yang baru aku beli sebulan yang lalu, Wardah, The Balm, Zoya, and Purbasari! Dan yang terpenting semua ini harganya murce, under 50k, kecuali yang The Balm 🙂

The Balm Meet Matt(e) Hughes

Aku mulai dari The Balm dulu, karena The Balm mini ini adalah Lip Cream pertama yang aku beli. Sebelumnya aku coba punya teman aku, well I felt in love, saat di ulas di bibir itu ada sensasi dingin-dingin2 gitu, tapi aroma kue. Setelah coba Charismatic punya teman aku, aku beli yang varian Charming , lebih nude, walaupun kulit aku sawo matang tapi aku nggak ragu buat pake shade warna pucat ini. Lip Cream nya agak kental menurut aku, pigmented sempurna, cuma…….. setelah matte jadi agak cracky apalagi kalau terkena air atau pas minum gitu.

The Balm versi mini ini bisa kamu dapatkan dengan harga rata-rata Rp 60.000, kebetulan aku belinya di online shop, setelah survey-survey di Instagram.

Wardah Exclusive Matte Lip Cream

Lip Cream Wardah ini aku punya yang varian shade no. 03, Gratis karena dikasih calon mertua 😀 Hanya saja, aku nggak terlalu suka dengan bau nya, seperti bau cat kuku. Wardah matte lip cream ini juga pigmented sempurna, tapi nggak setebel The Balm karena cairannya lebih liquid, sehingga lebih ringan dibibir saat di aplikasikan, juga nggak terlalu cracky seperti The Balm. Lip Cream punya Wardah ini bisa tahan lama walaupun dipake minum dan makan, asal dengan cara makan cantik, jangan brutal ya 😀

Wardah Exclusive Matte Cream ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 50.000 – Rp 60.000 di toko-toko kosmetik terdekat, atau kalau kamu malas keluar rumah beli aja di online shop, atau di official online storenya Wardah.

Zoya Velvet Lip Paint

Pertama kali lihat casingnya yang warna putih itu aku secara impulsif langsung datengin raknya, pilih-pilih shade yang cocok akhirnya aku ketemu varian mocca mousse dengan warna nude kecoklatan. Hmmm… baunya mocca, Lip Paint ini beraroma wangi sama kayak punya The Balm. Teksturnya itu sama kayak Lip Cream punya Wardah. Setelah diaplikasikan aku suka banget selain wangi, juga ringan banget dibibir, pigmented dengan sempurna, nggak cracky juga karena didalamnya terkandung sea butter. Sukaaakkk, rekomended banget buat daily used 😀

Zoya Lip Paint ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 65.000, bisa kamu beli di toko-toko kosmetik terdekat atau bisa juga dibeli di official online storenya Zoya di beberapa marketplace. Aku beli Zoya Lip Paint ini di Century dapat diskon jadi Rp 43.000 aja loh 🙂

Purbasari Highmatte Lip Cream

Yang terbaru adalah Purbasari walaupun telat banget punyanya, beli kebetulan pas belanja di Ramayana kemarin. Aku beli yang varian Freesia, shade paling merah dan cetar dari Purbasari seri Highmatte ini. Lip Cream highmatte walaupun nggak ada aromanya tapi tetep nyenengin karena selain pigmented sempurna juga nggak cracky dan tetep awet aja walaupun di pake buat minum dan makan cantik. Kadang aku suka jadiin Highmatte ini jadi base baru kemudian aku tumpuk lipstick perfect matte no. 705 dari Viva, perpaduan warnanya jadi bagus.

Kamu bisa dapatkan Lip Cream ini dengan harga Rp 50.000-Rp 55.000 di dept store atau toko kosmetik langganan kamu, kalau menurut aku poduk dari Purbasari ini selalu mudah ditemui dengan jaminan keaslian produk karena memang produk lokal dan hits banget dikalangan Lipstaholic.

Over all, yang paling aku suka sih ya punya Zoya Lip Paint dan Purbasari Highmatte. Ok, semoga review aku ini bisa jadi pertimbangan kamu buat pilih-pilih Lip Cream yang murah tapi centes paripurna 🙂

Sekolah untuk Bekerja

Assalamuallikum! 🙂

Uda lama nggak nulis, hehe kliseee

Saya udah lulus kuliah dari bulan oktober tahun lalu, dan alhamdulillah setelah lulus kuliah nggak harus galau mikir cari kerjaan, mau kerja apa, mau kerja dimana. Tepat setelah saya dinyatakan lulus dalam sidang skripsi saya juga diterima bekerja disebuah perusahaan furniture factory yang baru aja berdiri di kawasan industri dekat rumah saya, masih satu kelurahan kok 🙂 Sebagai apa? Saya disitu sebagai admin, admin produksi, sekaligus assist PPIC. What is PPIC ? Okay, PPIC adalah kepanjangan dari  Production Planning and Inventory Control. See? Silahkan jabarkan sendiri definisinya. Oh tentu aja, pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang saya cari, dan bukan bermaksud menjadikan batu lompatan atau apalah, it’s just not my passion, apalagi disini saya termasuk karyawan dalam tahun awal, semua serba baru, termasuk sistem yang belum terbentuk, personil-personil office yang juga semi-fresh. Tapi bukan itu yang mau saya bahas, so leave it!

Saya berasal dari keluarga buruh yang biasa-biasa aja, nggak berlebihan dalam hal uang tapi juga nggak kekurangan. Saat kecil dulu cita-cita saya itu jadi astronot, ketinggian banget kan? Harusnya saya belajar Sains, tapi saya justru sukanya belajar IPS, geografi dan sejarah! Saat SMP cita-cita saya berubah, saya pengen jadi pengusaha. Tapi saat SMP itulah saya lagi suka-suka nya sama SAINS apalagi biologi yang mempelajari organ-organ dalam, aliran darah, jantung, dan penyakit-penyakit dalam semacam itu. Hobi saya aja baca komik jepang, bikin PR males-malesan, semacam maruko gitu deh..

Lulus SMP saya nggak mau masuk SMA di dekat rumah, alasan saya selain karena SMA itu udah terlalu biasa, nanti setelah lulus ujung-ujungnya saya bakal kerja di pabrik jadi buruh pabrik sama seperti Bapak, Ibuk, dan Abang saya. Kalaupun SMA saya juga maunya yang RSBI, biar lebih keren aja hehehe… Nggak kok, saya tetep mau ke SMK, awalnya saya pengen banget masuk ke SMK 7 ambil jurusan teknik gambar, siapa tahu kan bisa jadi arsitek, atau minimal asistennya. Walaupun nilai matematika saya memenuhi persyaratan, tapi saya kurang suka sama matematika, dan teknik gambar itu membutuhkan kemampuan berhitung yang tinggi (cuma denger kata orang sih..) dan ada yang bilang kalau mau masuk SMK 7 itu harus tinggi minimal… apapun yang mencantumkan kata-kata tinggi minimal, palah daya saya yang boncel ini, minder! Well, akhirnya saya di arahkan ke SMK Pariwisata, SMK 6, udah RSBI lhooo… keren nggak tuh! Saya pilih jurusan Tata Boga dengan alasan Tata Boga nggak butuh hitung-hitungan njelimet kayak bikin pola di Tata Busana, dan nggak butuh dandan lha wong saya kulitnya hitam sawo matang gini, maluuu. Sejak itu cita-cita saya jadi koki atau seorang patissier, punya coffeeshop atau italian resto, sippp kerenlah! Tapi ternyata saat belajar mengajar dibagi dengan kelompok, ada pepatah bilang dalam setiap kelompok pasti ada yang dominan, sadly that’s not me. Cita-cita itu seketika buram, tapi cita-cita jadi entrepreneur tetep ada. Soalnya saya merasakan kerja magang di sebuah restoran dan hotel jadi tahu dunia kerja itu keras pake banget, dan untuk berkarir di hotelier itu harus benar-benar memulai dari dasar.

Putar-putar otak setelah lulus, karena untuk lulusan SMK Tata Boga peluang kerjanya nggak jauh-jauh dari pelayan restoran atau koki yang memang dimulai dari titik terbawah. Manajemen bisnis mungkin cocok untuk saya yang berjiwa pedagang, so I take it, so easy, karena nggak terlalu banyak berhitung juga dan kayaknya cerah banget berwirausaha, prospektiflah mata kuliahnya. Tapi setelah lulus kuliah dan merasakan realita di dunia kerja saya yang sekarang membuat saya muak dan menyesali waktu-waktu saya yang sudah terbuang percuma.

Umur saya sudah 23 tahun, saya belum punya apa-apa, sedangkan teman-teman saya sudah sukses bisa beli rumah dan mobil di usia yang sama dengan saya, bukan dari bisnis MLM, atau menikah dengan orang yang lebih tajir tentunya ya… saya berpikir ngapain aja sih saya dulu waktu sekolah, nggak ada yang nyantol sama sekalli, cita-cita nggak jelas, cita-cita nya apa yang dipelajari apa, semuanya nggak nyambung. Kenapa dulu saya nggak fokus banget, saya pikir hidup saya semanya serba nanggung, saya juga nyesel kenapa nggak beraniin ambil teknik gambar. Saya nyesel kenapa waktu sekolah saya sia-sia in pulang sekolah langsung tidur baca komik, padahal saya dapat tawaran kerja sambilan di beberapa kedai yang buka di dekat rumah saya (pekerjaan yang dimulai pukul 5 sore sampai 9 malam). Saya nyesel kenapa ambil manajemen, kenapa nggak akutansi sekalian, karena peluang di akutansi lebih banyak daripada manajemen pada kenyataannya. Saya nyesel kenapa waktu kuliah saya nggak aktif cari-cari tempat magang. Saya nyesel kenapa dulu saya remehin brevet pajak itu nggak penting ternyata sekarang butuh banget. Saya nyeseeeellll.

Saya sadar waktu kecil saya bisa memilih mau jadi apa, tapi sayang saya begitu egois dengan pilihan-pilihan saya yang tanpa perhitungan panjang. Indeed, sekolah itu untuk mencari ilmu, tapi juga harapan untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan cerah. Nggak munafik juga, kita sekolah memang buat bekal bekerja, buat cari uang, we will make it worth it  bagaimanapun caranya.Nggak perlu polos-polos lah ditanyain sekolah-kuliah buat apa? Ya buat kerja cari uang, sekarang kan nggak jamannya barter. Semua aspek harus dimulai dengan niat dan beberapa lembar kertas dan koin yang dinamakan uang.

Kecuali kalau saya anak dari orang tua yang kelebihan harta, sah-sah saja mungkin jika saya jika memilih apapun tanpa fokus. Tapi untuk saya mungkin itu nggak berlaku karena saya tahu diri, sampai kapan sih orang tua mau menyokong dana untuk saya terus menerus? No, It’s just temporary, I wanna make them proud, someday.  Different case kalau kamu anak dari keluarga dengan keuangan berlebih tapi bukan berarti kamu halal berfoya-foya sesuka kamu, semua ada masanya. Kita memang harus fokus, cita-citamu apa ya harus fokus, biar masa depan nggak galau seperti saya.

 

 

Cara Mengunci dan Membuka Kunci Aplikasi Android.

Assalamualaikum ! 🙂

Kemarin kan Rio lagi liburan ke Semarang, ceritanya saya lagi balas dendam pake kunci aplikasi hape segala biar Rio nggak kepo. Saya kunciin aplikasi2 chat saya, habis itu saya bingung gimana cara bukanya, saya cari di internet kebanyakan pada pakai CM locker, nah di hape saya kan nggak ada itu. Cari Play Store waktu mau download memori saya nggak cukup, yowis akhirnya utak atik bukain satu persatu pilihan yang ada. Voilaaa akhirnya ketemu, hihihihihi *ketawamanja*

Cara mengunci Aplikasi di hape Android, contoh yang saya pakai adalah hape Asus OS Andorid Marshmallow.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52 (1)

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52 (4)

tap titik tiga di pojok kanan atas (nggak tahu itu namanya yg benar apaan), lalu pilih kunci aplikasi.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52 (3)

Tentukan pola kunci, kemudian tap aplikasi yang ingin di kunci contoh aplikasi WhatsApp dan Galeri.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52 (8)

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.52.03

Nah selesai, aplikasi sudah terkunci dengan ikon gembok.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.54.12

Sekarang aplikasi kamu aman jika suatu saat ada orang lain yang berniat kepo 😀

Dengan app locker seperti itu kadang kan ribet banget yah, saya sendiri juga ngalamin, untuk membuka kunci aplikasi yang pertama harus kamu lakukan adalah masuk ke menu utama, tap titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih preferensi.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.58.49

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52 (7)

Pada menu preferensi, pilih kunci aplikasi, gunakan pola kunci untuk masuk ke menu kunci aplikasi selanjutnya.

WhatsApp Image 2017-07-11 at 10.32.36

WhatsApp Image 2017-07-11 at 09.40.52

Matikan kunci aplikasi untuk membuka semua aplikasi yang terkunci. Gampang banget kan? 🙂

WhatsApp Image 2017-07-11 at 10.35.57

Cara Melupakan Mantan

“Cara ngelupain mantan? Tinggal makan! Gini deh, mantan bisa terlupakan seiring berjalannya waktu, seiring dg kesibukan diri.. Mungkin ada titik” momen kenangan yang tak bisa terlupakan. Karna sepahit apapun endingnya km pernah menaruh rasa dan harap sama dia.” –Faizun-

“Aku sih cuek!” –Imam Hanafi-

“Mantan? Buang ke tong sampah 😀 ” –Inka Nuromavita-

“Ngelupain mantan? Cari pacar lagi donk!” – Elia-

“Ngelupain mantan itu.. harus sibuk sama hal lain. Kayak olahraga, gak usah dipikirin jangan stalk n unfollow semua akun mantan.” –Henni-

“Kalo aku harus dpt yg baru lagi baru bisa move on dari mantan :D” – Sitha-

“S.W.A.G (Selow Woles Anti Galau) “ –Amalina Rizki Intan-

coklat

Nggak semua orang merayakan tanggal 14 yang sering disebut dengan valentine a.k.a hari kasih sayang, taulah berapa persen perbandingan yang jomblo sama yang engga 😀  Yang gue suka saat hari yang dominan dengan warna pink adalah acara tv jadi bagus, seperti acara live musik yang kental akan nuansa romantis. He-em, I love romance!

Sayangnya tiap valentine gini, saya bawaanya baper mulu. Well, padahal udah 3 tahun lebih dan gue belom bisa lupa.. mantan juga bukan, apalagi pacar, dibilang patner bisnis enggak gitu juga. Seperti yang dibilang Faizun, Mungkin ada titik” momen kenangan yang tak bisa terlupakan, karena saking kuatnya memori itu terukir, kaya jadi scars dikulit gitu deh. Berbagai cara udah gue lakukan cuma buat ngelupain mantan, sampai gue rasanya pengen di hipnotis aja biar lupa kalo gue pernah punya mantan pacar atau gebetan-yang–gue-naksir-berat-waktu-kelas-sepuluh. Dari mulai..

Unfollow semua akun.

Seperti kata Henni, Unfollow semua akun, jangan stalk-stalk akun mantan. Udah gue unfollow, gue blokir semua. Ujung-ujungnya gue buka lagi karena gue kepo maksimal. Ngenesnya, justru gue yang di blokir sama mantan!

Menyibukan diri dengan olahraga.

Ide dari Henni emang tokcer. Gue pernah kok kecanduan olahraga sampai bisa lupa sama mantan plus bonus badan sehat bugar sekalian buang lemak. Lebih seger lagi, karena gue juga bisa cuci mata karena cogan-cogan bertebaran lagi jogging di sore hari.

Makan!

Banyak orang termasuk Faizun bilang ngelupain mantan dengan makan. Makan adalah cara paling nggak efektif buat ngelupain mantan. Ya kali… gue lagi enak-enak makan taunya itu makanan  yang dulu pernah gue makan bareng mantan, apalagi sepiring berdua, apalagi pernah disuapin, apalagi makanan yang dulu dimasak berdua. Uuuuhhh gagal!

Cuek!

Kalo ketemu sama mantan sih bisa aja pura-pura cuek.. tapi habis nyampe rumah masuk kamar, kebetulan kuota internet habis, lagi bokek pula, yakin masih bisa cuek dan nggak inget mantan????

Cari Pacar Lagi!

Buat gue, cari pacar lagi itu butuh usaha lebih. Seperti gue harus rajin olah raga dan rawat diri biar gue jadi agak cantik. Well, gue tipe orang yang percaya pepatah :”dari mata turun ke hati”. Kalo kamu cantik ato ganteng no problemo buat kamu, tinggal cari yang nyaman aja buat hati kamu.

Pada akhirnya kita harus membuka pergaulan dan membuka hati, bukan berarti membebaskan pergaulan. Kenangan mantan memang indah, tapi sakitnya disakitin mantan itu bener-bener nggak indah. Hanya saja, mencari lagi itu memang proses yang malesin, adaptasi lagi, gue bener-bener lemah dalam adaptasi. Buat gue cinta itu seperti kamar pribadi yang bikin nyaman buat ngabisin waktu berlama-berlama didalamnya, seberantakan apapun kamarnya, yang terpenting adalah rasa nyaman. Iya kan? Mantan mah apaan atuh, Cuma butiran debu, tiup aja ntar juga ilang sendiri 🙂

Ps. tulisan di atas berdasar survey iseng saya melalui broadcast bbm dengan partisipan adalah teman-teman dekat saya. Thanks to : Icund (Faizun), Intan, Inka, Elia, Kak Sitha, Mas Imam, dan Henni.

Ex’s and the Oh

“One, two, three, they gonna run back to me
Climbing over mountains and a-sailing over seas
One, two, three, they gonna run back to me
They always wanna come, but they never wanna leave

My ex’s and the oh, oh, oh’s they haunt me
Like gho-o-osts they want me to make ’em all
They won’t let go

Ex’s and the oh, oh, oh’s they haunt me
Like gho-o-osts they want me to make ’em all
They won’t let go
Ex’s and oh’s”

original

“Ex’s & Oh’s” menjadi lagu penyemangat awal tahun 2017, bisa dibilang lagu yang dinyanyikan oleh Elle King ini menjadi mood-booster gue di beberapa pagi gue akhir-akhir ini. Seperti biasa gue nggak bikin resolusi apapun, dan gue nggak menyesali apapun atas semua yang terjadi di tahun 2016. Tapi gue sangat bersyukur banget, banyak tawa dan bahagia sayaaaaaaa di tahun 2016 -selain dosbing yang nyebelin “waktu itu”. Yang penting gue lulus tepat waktu, walaupun seharusnya gue bisa wisuda di bulan april, tapi toh wisuda di bulan oktober juga sama aja. At least gue juga udah dapet kerjaan duluan sebelum lulus, itu juga berkah buat gue.

Gue masih sama Rio, belom putus dan semoga enggak akan pernah. Udah capek juga gue mencari dan pedekate, adaptasi lagi.. males. Intinya gue juga bersyukur Rio masih sabar ngadepin gue, dan gue juga masih sabar ngadepin dia yang suka drama. 😀

Semua baik-baik saja, kecuali gue udah nggak tinggal sendiri, gue balik tinggal di rumah sama keluarga. Udah nggak ada lagi acara berkebun, soalnya dirumah bener-bener nggak ada tempat, kan nggak mungkin juga gue berkebun di kamar :’D

Gue juga masih Arumi yang dulu, yang masih suka naik angkutan umum, yang masih suka kalap sendiri kalo lihat diskonan. Yang beda, sekarang gue lebih sering nonton film, terutama film-film jadul, kamu bisa lihat film-film apa aja yang udah gue lihat di facebook gue.

Yang paling penting juga, trafic blog gue ini juga meningkat padahal gue nggak pernah post apapun. And now, gue ucapin banyak makasih buat kalian yang udah berkunjung ke blog gue, baik itu karena kepepet atau butuh info buat kuliah di ex almamater gue. Thanks a lot 🙂

Hidup Di Semarang (Rantau)

Assalamuallaikum! 🙂

Menurut saya Kota Semarang adalah kota yang relatif tenang, jalanan macet juga tidak, kecuali macet di traffic light yah 😀 Semarang juga bisa jadi tujuan yang tepat buat kamu yang mau kabur eeeehhh? atau merantau untuk melanjutkan pendidikan kuliah. Intinya Semarang adalah kota ramah (asal kamu sopan kami segan) ^_^

  1. Tempat Tinggal

Ada beberapa opsi yaitu Appartemen/Condotel, Kontrakan, Kos, atau sewa Rusun. Jika kamu punya budget yang berlebih-lebih kamu bisa kontrak Appartemen dengan budget mulai Rp 5jutan (info harga/sewa bisa cek rumahtrovit.co.id atau rumah123.com ), namun bisa juga kontrak rumah dengan budget mulai Rp 4.000.000/tahun kalau kamu ingin dapat rumah kontrakan dengan harga murah kamu bisa cari di pinggiran kota. Sewa kamar kos juga masih ada yang menawarkan harga murah yaitu mulai Rp 175.000/bulan (sharing kamar) dengan kama kuran 3×4, mahal atau murahnya harga sewa ditengah kota tergantung jarak dari lokasi keramaian, misal Mall, pusat perkantoran atau kampus. Untuk harga sewa Rusun sendiri saya kurang tau sih yaa 😀

2. Transportasi

Jika kamu tidak punya kendaraan pribadi, tenang saja banyak pilihan kok! Selain Bus Rapid Transit (BRT) a.k.a Trans Semarang dengan tarif flat Rp 3.500 ke segala tujuan (termasuk beberapa kali transit), jangan harap ada Bis Damri karena sudah tidak beroperasi.

Kopata, itu lho bis panas 2 pintu tanpa AC, tarifnya minimal Rp 3.000 mahal tidakna tergantung mood sang kondektur. Hampir 2 tahun saya sudah tidak pernah naik bis ini lagi, selain kurang nyaman karena banyak perokok dan penumpang yang suka meludah sembarangan, terkadang saya juga diharuskan bernyali besar ketika turun dari bis. 😥

Ada Angkot Oranye dengan tarif (menurut peraturan PEMKOT Semarang) Rp 3.000 untuk 1Km pertama selanjutnya dikenakan Rp 500-, untuk perkilometer berikutnya, kalau saya sih untuk jarak kurang lebih 100meter saya bayar Rp 2.000, jika lebih dai 100meter saya bayar sesuai tarif. Saya biasanya membagi tarif dengan perkiraan saya sendiri seperti ini : “dekat sekali” tarif Rp 2.000, “dekat” tarif p 3.000, “agak jauh” tarif Rp 3.000 / Rp 3.500 (tergantung jika ada uang koin di dompet), “jauh” tarif Rp 4.000 – Rp 4.500, “jauh sekali” Rp 5.000. Terbukti efektif, namun akan jauh lebih efektif jika kamu menggunakan bahasa jawa yang halus dan keluarkan wajah melasmu agar driver angkotnya tidak meminta tambahan “Kurang seribu”. Yah tips dari saya jika naik angkot jangan sok kaya dan pakai bahasa gaul (bahasa indonesia tanpa logat “medok”), itu jika kamu mau ngirit yaaaa, tapi memang rata-rata tarifnya sesuai perkiraan saya tadi kok 😀 *ketahuanbangetseringnaikangkot*

Taxi, rata-rata tarif taxi start dari Rp 5.000 untuk KM pertama, dan Rp 2.500 – Rp 3.000 untuk perkilometer selanjutnya.

Becak, saya sih hanya 4 kali naik becak selama disini, tarifnya kalau nggak kena Rp 5.000 yaaaa Rp 10.000 sama-sama dekat, tergantung negoisasi dengan tukang becaknya -_-

GOJEK! Buat kamu yang suka diantar jemput, hehehe kata teman saya yang pengguna gojek, tarifnya sih hampir sama dengan taxi jadi saya lebih pilih naik taxi lebih adem dan sama-sama cepat, kan semarang tidak macet seperti DKI Jakarta :p

Pejalan Kaki, disini cukup ramah untuk kaum pejalan kaki karena PEMKOT Semarang sudah merenovasi pedestrian menjadi lebih cantik dan nyaman untuk digunakan termasuk untuk tunanetra. Tapi jangan kaget juga jika nantinya kamu akan melihat tenda atau warung kaki lima yang berjualan dan menghabiskan space pedestrian/trotoar, kamu berhak kok untuk mengadukan hal ini ke kepada gubernur atau walikota semarang melalui akun twitter dengan menunjukan foto tersebut. Saya sih sebenarnya gerah juga dan ingin mengadukan hal tersebut, tapi ujung-ujungnya saya merasa kasihan karena mereka yang berjualan diatas trotoar mempunyai kelkuarga yang harus dinafkahi 😦

3. ATM, Bank, dan Western Union

Setidaknya kamu harus punya satu rekening bank yang merakyat, dengan kata lain bank yang mempunyai banyak kantor cabang dan ATM mudah di temukan. Contohnya adalah, BRI, BNI, BCA, Mandiri, CIMB Niaga, Danamon, dll. Di Indomaret setidaknya sudah ada satu mesin ATM dari salah satu bank tadi. Untuk Western Union juga mudah sekali kamu jumpai di Indomaret maupun di Kantor Pos (bukan agen kantor pos).

4.  Makan

Urusan perut memang tidak bisa disepelekan, dan kamu juga mengatur budget makanan agar tidak bengkak atau malah defisit. Dengan uang Rp 5.000 pun kamu sudah bisa makan kenyang loh, kalau kamu terbiasa masak pasti kamu bisa belanja bahan makanan dengan budget Rp 5.000 sehari. Saya sendiri beras 1KG cukup untuk 2-3 minggu, terkadang saya menggantinya dengan oatmeal. Jangan kuatir disini banyak warung makan dengan masakan ala rumahan yang fresh yang bisa kamu dapatkan dipagi hari dengan harga murah kisaran Rp 5.000 termasuk minum teh manis loh.

5. Belanja dan Groceries

Belanja adalah salah satu terapi anti sress yang efisien. Belanja kecil-kecilan bisa kamu lakukan di warung atau Indomaret terdekat, tapi jika kamu mau belanja  banyak bisa kamu kunjungi Ada, juga ada Carefour, LotteMart, Hyppermart, Gelael, Giant, Superindo dan Aneka Jaya. Kalau saya lebih sering ke Ada, harganya murah terkadang ada promo, potongan harga, dan harga grosir untuk pembelian diatas 3 pcs item yang sama, sama juga dengan LotteMart, Giant, dan Superindo. Tapi jika mau yang lebih murah, kamu bisa belanja di toko grosiran Ibu-Ibu Cina, dijamin murah! hehehe

Belanja sayur dan buah juga bisa kamu lakukan di groceries diatas, tapi tidak ada salahnya jika kamu berbelanja di pasar tradisional. Pasar tradisional yang cukup bersih adalah Pasar Bulu dan Pasar Jrakah, untuk yang ditengah kota bisa ke pasar Bulu. Asal pintar memilih pasti akan dapat buah yang segar dan bagus. Dan…. saya sarankan untuk menggunakan bahasa jawa yang halus, biar nggak dimahalin hehe 😀

6. Refreshing 

Penat bekerja tentunya kita membutuhkan suatu penyegaran. Di Semarang sudah menjamur restoran, kafe-kafe atau tempat nongkrong dengan desain interior yang dapat “mencuci” mata kamu, dan tentunya banyak orang keren-beken-kekinian yang nongkrong disana. Jika ingin ketenangan bisalah tidur di hotel yang nyaman untuk semalam, yang dilengkapi dengan spa mungkin? 🙂 Mau bersenang-senang dan Clubbbing? Ada. Mau nyanyi sampai teriak-teriak nangis di Karaoke? Buanyaaak, karaoke sudah bertebaran dimana-mana.

Kalau saya… lebih suka di mall 😀 hehe selain diskon bertebaran dimana-mana, di mall kita bisa mencium berbagai aroma termasuk aroma ketiak orang. Shocking sale dapat denga mudah kita jumpai departement store seperti Matahari dan Robinson yang seolah perang diskon untuk menarik pembeli. Jika tidak kamu bisa nonton film terbaru di bioskop. Kalau memang bokek, yasudah di kos saja buka laptop buka youtube dan streaming sampai tidur.

7. Asuransi dan Kesehatan

Kota Semarang termasuk dalam 15 besar kota dengan biaya kesehatan paling tinggi. Untuk konsultasi ke klinik praktek dokter umum saja setidaknya kamu harus menyediakan Rp 50.000. Maka dianjurkan kamu mempunyai asuransi kesehatan terutama BPJS. Rumah sakit dengan peralatan mumpuni yang cukup terkini sudah tersedia di rumah sakit besar negeri maupun swasta. Sakit memang tidak bisa direncanakan, tetapi alangkah baiknya jika kita tetap berhati-hati dalam menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur.

Fact, terlalu sering makan junk food terutama bagi perempuan dapat menimbulkan serangan tumor bahkan kanker dalam waktu kurang dari 5 tahun. Dengan mengurangi konsumsi MSG + junk food setidaknya kamu menghemat +Rp 25.000.000 untuk biaya operasi yang tidak akan 100% ditanggung oleh pihak asuransi. Untuk mendapatkan perawatan dan operasi pun kamu juga harus rela mengantri lama, jadi jagalah kesehatan!

Sekian dulu postingan dari saya, oh iya seharusnya ada foto pendukungnya yah, belum sempat cari foto yang pas jadi fotonya menyusul kalau nggak lupa. Pertanyaan dan tambahan bis komentarin postingan ini yah, terimakasiiih 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

uu

Berkebun ala anak kos

 

Assalamualaikum! 🙂

Saya punya cita-cita baru, mungkin saya ingin jadi petani dan tinggal di desa jika saya tua nanti (Insya Allah) -walaupun saya tidak ada background petani karena keluarga saya tidak ada yang menjadi petani. Hobi berkebun ini bermula dari proposal kewirausahaan saya uyang saya ajukan melalui P2BK Unisbank dan kebetulan menang walaupun tidak berlanjut, hehe 😀

Pada awalnya saya berpikir berkebun adalah sebuah hobi yang jorok, maka saya memulainya dengan membeli 2 set hidroponik kit -dengan sistem wick atau sumbu, kemudian saya membeli hidroponik yang sesungguhnya seharga 1,5 juta beserta tanamannya. Cerita sebenarnya, saya membeli hidroponik tersebut karena waktu itu kepepet untuk keperluan pameran/ekspo kewirausahaan di luar universitas, dan alhamdulillah sukses menarik perhatian walaupun saya masih belum tau apa-apa tentang tanaman. Sewaktu ditanya oleh juri (kebetulan juga dosen pertanian) tentang penyakit tanaman, saya saja tidak bisa menjawab, hehe cetek bangetlah pokoknya. Pssst jangan bilang siapa-siapa lho ya, berhubung 2 tahun sudah berlalu saya baru berani cerita hehehe tapi ini tetap rahasia diantara kita lho yaaa 😀

Kendala utama di kos saya adalah tikus! karena tikuslah percobaan kebun saya selalu gagal, nah dengan hidroponikpun juga tidak lebih baik karena saya repot membuat dan mengganti nutrisinya secara berkala -karena saya ini pemalas. Jadilah saya kembali bertanam secara konvensional, yaitu dengan tanah dan lebih organik karena tidak menggunakan pupuk atau nutrisi kimia seperti yang saya terapkan pada teknik hidroponik. Ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri setelah berkebuh dengan tanah dibandingkan dengan hidroponik yang lebih bersih.

Pada awal tahun 2015 saya membuat resolusi dengan mengoleksi bunga mawar 5 warna. Setiap sebulan sekali saya pergi ke kawasan toko bunga dan buah di Kalisari, letaknya dekat dengan Katedral Tugu Muda/RS Karyadi untuk membeli bunga mawar sepaket dengan pot. Dari mawar kemudian saya juga mulai menanam sayuran walaupun lagi-lagi diganggu tikus, saya beli pot beserta tanah kemasan kiloan, maklum di kota sudah tidak ada tanah terbuka jadi tanahpun juga harus beli ^^

Dari semua tanaman yang saya tanam dari masih berupa benih satu-satunya yang bertahan adalah cabai, benih tersebut berasal dari sisa cabai yang didapat dari bonus gorengan dan sengaja dibuang kedalam pot. Setelah cabai-cabai itu berbibit -sangat banyak dan tumbuh walaupun agak lama, saya mulai mencoba lagi bertanam bawang merah. Bawang merah inipun adalah sisa bumbu yang hampir busuk jadi saya tanam dan tumbuh daunnya banyak sekali.Karena terlalu senang akhirnya saya potongin daun-daun bawang itu untuk saya masak, hehehe

Saya sama sekali tidak menggunakan pupuk, hanya tanah dan air lho. Oh iya pupuknya adalah sampah sayur yang dipotong kecil-kecil lalu ditaruh begitu saja di pot yang berisi tanaman bunga. Tanah dari bunga pun jadi lumayan subur dan saya gunakan itu untuk pembibitan, setelah berbibit saya akan pindahkan ke pot nya sendiri. Saat ini kami masih menggunakan pot plastik dan daur ulang dari botol air mineral besar yang sudah tidak terpakai, alhamdulillah musim hujan memang berkah 🙂 Tikuspun juga sudah jarang muncul untuk mengganggu tanaman kami. Kami bahkan punya tanaman nanas lho, dan bibit pepaya!

Jika seseorang mau belajar pasti bisa kan? Saya pun jadi suka lihat teknik2 berkebun di tempat minimalis melalui youtube. Saya juga jadi suka main tanah dan air di waktu senggang atau meluangkan waktu ditengah penat dalam mengerjakan skripsi, ternyata kotor itu menyenangkan, melihat cacing tanah dan daun-daun berlubang karena dimakan ulat saja saya sudah senang sekali, apalagi jika berbuah. Doakan ya  🙂